Wednesday, September 1, 2010

segalanya ttg dia, kpd dia cuma..

Petang hari indah di taman,
berjalan-jalan bersuka-ria,
Kanda datang membawa harapan,
ingin mendirikan istana bahagia.

Burung merpati terbang melayang,
singgah sebentar di pohon meranti,
Rindu hatiku bukan kepalang,
wajah mu tuan termimpi-mimpi.

Selat Melaka lautnya tenang,
di situ tempat perahu bugis,
Orang jauh janan dikenang,
kalau dikenang tentu menangis.

Terkenal gagah Indera Putera,
gagah lagi pahlawan berlima,
Perlukah kanda bersumpah setia,
seia sekata hidup bersama.

Sayang selasih dibuat main,
air perigi dingin terasa,
Hati tidak pada yang lain,
walau kanda jauh di mata.

Asal kapas jadi benang,
dari benang dibuat kain,
Barang lepas jangan di kenang,
sudah jadi orang lain.

Pucuk pauh delima batu,
anak sembilang ditapak tangan,
Biar jauh beribu batu,
jauh di mata di hati jangan.

Dulang perak cantik terukir,
hadiah untuk tuan puteri,
Jangan dikirim salam terakhir,
kekasih di sini setia menanti.

Indah nian Seri Menanti,
Seri Menanti bandar di raja,
Dinda akan ku jadikan permaisuri hati,
seraut wajahmu ku jadikan penawar duka.

Ku kutip bunga buat karangan,
karangan diletak di atas peti,
Ingin ku sunting bunga di jambangan,
buat penyeri di taman hati.

Ambil tali buat pengikat,
Tali sabut panjang sedepa,
Bukankah janji telah diikat,
kedatangan kanda ditunggu setia.

Hendak ke seberang naik penambang,
perahu penambang tidak berpintu,
Usahlah kanda berhati bimbang,
perhubungan kita mendapat restu.

Duduk berehat di pinggir kali,
mengingat kekasih yang telah pergi,
Bukan ku bimbang kekasih kembali,
takut luka berdarah lagi.

Mandi-manda di pinggir kali,
kali jauh naik pedati,
Bukan setakat dia kembali,
ingin pula merayu hati.

Petik mari buah ciku,
ambil yang manis bersama kuaci,
Kenapa kanda berubah laku,
adakah kasih bertukar benci.

Cantik indah suntingan melati,
melati desa menarik sekali,
Apakah maksud dinda tak mengerti,
bicara kanda dalam sekali.

Cantik ayu si gadis sunti,
pandai pula menjahit jala,
Baru senang rasa di hati,
air berkocak tenang semula.

Ikan haruan si ikan tenggiri,
dibawa orang dari Linggi,
Padamu kanda ku perhambakan diri,
bawalah daku kemana kau pergi.

Asap api di Tanjung Tuan,
Kuala Linggi bakaunya rendah,
Harap hati kepada tuan,
langit tinggi ku pandang rendah.

Dua puluh satu bilangan Melayu,
satu likur bilangan Jawa,
sama-sama menanggung rindu,
kalaupun mati kita berdua.

Walaupun jauh dipandang mata,
cinta ku semai kasih bertali,
Biarpun jauh di seberang sana,
kasih ku berubah tidak sekali.

Segak gagah putera bistari,
puteri manja kesayangan ratu,
Seri wajahmu igauan mimpi,
senyum kerlingan penawar rindu.

Camar laut melayang rendah,
tampak ikan lalu disambar,
Kasih padamu hinggap menyinggah,
dalam pelukan bukanlah sebentar.

Tenang-tenang air di laut,
sampan kolek mudik ke tanjung,
Hati terkenang mulut tersebut,
budi yang baik rasa nak junjung.

Meninjau padi masak,
batang kapas bertimbal jalan,
Hati risau di bawa gelak,
bagai panas mengandung hujan.

No comments: