Thursday, September 2, 2010

gambaran perasaan

segalanya tentang merungkai t.i.t.i.k perasaan yang sedang membungkam..jalinan rasa dari ekspresi pantun dapat memberi suatu bentuk rasa baru yang boleh dfahami secara jelas bagi mereka yang 'tahu' dan 'akan ambil tahu'..memang segala sesuatu perasaan yg muncul d hati kecil itu adalah kurniaan Nya..kene trima seadanya wlau akan ada sedikit kelukaan..

Banyaklah orang menanam pulut
Saya seorang menanam padi
Banyaklah orang karam di laut
Saya seorang karam di hati

Anak punai anak merbah
Hinggap ditonggak mencari sarang
Anak sungai lagikan berubah
Inikan pula hati orang

Apa diharap padi seberang
Entahkan jadi entahkan tidak
Apa diharap kasihnya orang
Entahkan jadi entahkan tidak

Entahkan jadi entahkan tidak
Entah dimakan pipit melayang
Entahkan jadi entahkan tidak
Entah sudahkan milik orang

Cahaya bulan diliput awan
Dipuput bayu awan berlalu
Hasrat hatiku padamu tuan
Malang diriku tuan tak tahu

Dari Arab turun ke Aceh
Naik ke Jawa berkebun serai
Apa diharap pada yang kasih
Badan dan nyawa lagi bercerai

Sakit menebang kayu berlubang
Kayu hidup dimakan api
Sakit menumpang kasih orang
Daripada hidup baiklah mati

Asal kapas menjadi benang
Dari benang dibuat kain
Barang lepas usah dikenang
Sudah menjadi hak yang lain

Apa guna pasang pelita
Jika tidak dengan sumbunya
Apa guna bermain mata
Kalau tidak dengan sungguhnya

Biji saga nampaklah merah
Bawa segenggam pergi ke kota
Hati kecewa amatlah parah
Tidur bertilam si air mata

Akar nibung meresap-resap
Akar mati dalam perahu
Terbakar kampung nampak berasap
Terbakar hati siapa yang tahu

Orang Aceh sedang sembahyang
Hari Jumaat tengah hari
Pergilah kasih pergilah sayang
Pandai-pandailah menjaga diri

Seri Mersing lagulah lama
Lagu dikarang biduan dahulu
Hatiku runsing gundah gulana
Dimana tempat hendak mengadu?

Sirih kuning di batang pauh
Sayang beluluk beruang-ruang
Putih kuning carilah jodoh
Saya buruk biar terbuang

Padi jangan dicampur antah
Melukut tinggal sekam melayang
Hatiku jangan diberi patah
Meskipun saya dagang terbuang

Kayu cendana di atas batu
Sudah diikat dibawa pulang
Adat di dunia memang begitu
Benda buruk tidak dipandang

No comments: